Wednesday, April 11, 2012

Cara Membuat Pestisida Nabati

Kali ini saya akan menuliskan artikel tentang pertanian. Dimana sekarang ini sedang digalakkan budidaya tanaman organik, maka dari itu dalam hal pencegahan penyakit pun kita dituntut untuk tidak menggunakan bahan-bahan pestisida yang terbuat dari bahan kimia, sehingga perlu adanya solusi penanganan yang tepat tanpa perlu adanya bahan kimia.
Sebenarnya banyak bahan baku yang berada disekitar kita yang bisa digunakan untuk dijadikan sebagai pengganti pestisida kimia dan pupuk kimia yang banyak dijual dipasaran. Berikut ini cara membuat pestisida nabati :

Pestisda Nabati
Bahan:
1. Labu Kayu sebanyak 1 Kg
2. Buah Mengkudu yang masak sebanyak 0,25 Kg
3. Bawang Putih sebanyak 0,25 Kg
4. Ajinomoto sebanyak 10 gram
5. Air sebanyak 5 liter
Bahan:
1. Labu Kayu sebanyak 10 Kg
2. Buah Mengkudu yang masak sebanyak 2,5 Kg
3. Bawang Putih sebanyak 2,5 Kg
4. Ajinomoto sebanyak 100 gram
5. Air sebanyak 50 liter
Cara Pembuatan:
1. Seluruh bahan dihaluskan kemudian dicampurkan dan difermentasi selama 3 sampai 7 hari.
2. Hasil fermentasi diaplikasikan dengan dosis 100 cc/10 liter air.
OPT Sasaran:
1. Semua jenis ulat
2. Hama penghisap
3. Kutu Daun
4. Hama putih palsu
5. Walang sangit
6. Kepinding tanah
Masa aktif pestisida nabati ini selama 1 bulan dan sebelum digunakan pestisida tadi kita saring terlebih dahulu.
Cara Membuat Pestisida Organik
Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga lingkungan.
Bahan dan Alat:
2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.
Cara Pembuatan:
Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.
Dosis:
1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.
Kegunaan:
Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.
Sasaran:
Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.
Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan.
readmore »»  

Budidaya Tanaman Nilam

Tanaman nilam adalah tanaman yang belum populer dibudidayakan di Indonesia. Namun tanaman nilam ini di dunia Internasional sangat populer untuk diperdagangkan. Banyak cara yang bisa membuat negara kita maju, salah satunya budidaya tanaman nilam dengan hasil panen yang melimpah.

Indonesia dalam berbudidaya tanaman nilam bisa menambah devisa negara. Untuk kita kita anak-anak Indonesia dalam pertanian harus tahu dan jangan sampai ketinggalan. Blogiztic akan mengulas cara budidaya tanaman nilam yang benar sebagai berikut.
Syarat pertumbuhan
Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optmal 10-400 meter dpl dengan curah hujan antara 2500 – 3500 mm/th.
Pembibitan
- Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas
- bedengan persemaian dengan ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan dan parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm
- Tanah bedengan dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)
- Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.
- Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm
- Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 – 15 liter air.
- Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).
Pengolahan lahan
- Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.
- Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru
- Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm
Jarak tanah
- Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm
- Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm
- Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm
Pemananam
~ Secara tidak Langsung
- Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. – - – Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek
~Secara Langsung
- Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam
Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.>
Pemupukan tanaman
Langkah Tips Trik Panduan Cara Metode Tutorial Gampang Benar Tepat Update Terbaru Mudah Tradisional Pemeliharaan Pelestarian Perawatan Budidaya Nilam
Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air, merata di atas bedengan, dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
- alternatif 1 ; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 ; setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
POC NASA disemprotkan umur 20, 30, 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 – 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki.
Penyulaman
Penyulaman ini dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal
Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali
Pemangkasan
- Pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat.
- Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.
Panen
- Panen tanaman nilam dapat dilakukan pada umur 6 – 8 bulan setelah tanam
- Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan
- Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya
- Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.
- Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst
- Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.
readmore »»  

Friday, March 16, 2012

Varietas Tanaman Jagung

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia, serta menjadi salah satu tanaman pangan dunia yang penting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai sumber makanan pokok.

 
Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80 - 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun tinggi serta relatif mudah perawatannya.

Peluang untuk mengembangkan tanaman ini dalam skala bisnis masih terbuka luas, karena permintaan pasar baik dari dalam maupun luar negeri sangat tinggi.
readmore »»  

Thursday, March 15, 2012

Makalah Bahasa Indonesia

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraph dengan baik dan benar sesuai dengan kaedakaedahnya.
2. Batasan Masalah
1. mengetahui pengertian paragraph
2. Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraph
3.pembagian paragraph menurut jenisnya
4. mengembangkan suatu paragraph
3. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat suatu paragraph. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapat mengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat melatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraph.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pendahuluan
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat.
Contoh sebuah paragraf :
Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.
Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

 Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraf, seperti:
a. peranan bahasa dalam kehidupan;
b. penyebab kebakaran hutan:
c. manfaat koperasi;
d. Tragedi Semanggi;
e. kehidupan di ruang angkasa;
f. Trisakti sebagai karnpus reformasi.
Topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagasan pokok di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf.
 
2. Syarat-Syarat Paragraf
Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.
 
a) Kesatuan Paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.
Jateng sukses, Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas TinjuAmatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Propinsi Jateng. Pernyataan itu dianggap wajar karena yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pemah diraih oleh Jateng dalam arena seperti itu.

Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf. Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.
 
b) Kepaduan Paragraf
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan
readmore »»  

Thursday, March 8, 2012

Makalah Pengembangan Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Pengembangan Masyarakat memiliki sejarah panjang dalam praktek pekerjaan sosial. Sebagai sebuah metode pekerjaan sosial, PM memungkinkan pemberi dan penerima pelayanan terlibat dalam proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Meskipun PM memiliki peran penting dalam pekerjaan sosial, PM belum sepenuhnya menjadi ciri khas praktek pekerjaan sosial. PM masih menjadi bagian dari kegiatan profesi lain, seperti perencanaan kota dan pengembang perumahan.
PM memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan demikian, PM dapat didefenisikan sebagai metoda yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya.
I.2 PERUMUSAN MASALAH
1.      Untuk mengetahui bagaimana cara penerapan metode yang digunakan dalam proses PM ?
2.      Seberapa besar pengaruh metode PM  untuk masyarakat ?
3.      Apa tujuan dari metode PM ?
I.3 PENYELESAIAN MASALAH
1.      Penerapan metode PM langsung pada sasaran atau masyarakat yang secara khusus untuk upaya pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tidak beruntung
2.      Pengaruh metode PM yaitu dapat meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat
3.      Tujuan dari metode PM yaitu bagaimana masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya sehingga mereka mampu bersaing dengan masyarakat lain.
I.4 TUJUAN
Keguanaan makala ini tak lain yaitu memberikan kita pengetahuan tentang Pengembangan Masyarakat yang terjadi selain itu kita juga dapat melihat bagaimana dan seperti apa metode yang digunakan dalam proses perencanaan partisipasi Pembangunan Masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 PENGERTIAN DAN TUJUAN METODE  PM
Metode yang digunakan dalam proses perencanaan partisipasi pembangunan masyarakat adalah sebagai berikut :
1.        Participatory Rural Appraisal ( PRA )
PRA adalah sebuah metode pemahaman lokasi dengan cara belajar dari, untuk dan bersama dengan masyarakat untuk mengetahui, menganalisa dan mengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlian untuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan.
Ø Tujuan teknik ini untuk menggabungkan pengetahuan dan pendapat masyarakat pedesaan dalam perencanaan dan pengelolaan proyek-proyek pembangunan dan program.
Ø Contoh Upaya yang dilakukan dalam banyak proyek, namun, untuk membangun jembatan menuju keaksaraan formal; misalnya dengan mengajar orang bagaimana untuk menandatangani nama mereka atau mengenali tanda tangan mereka.
Ø Aplikasi
2.        Secondary Data Reviw ( SDR ) – Review Data Sekunder
SDR merupakan cara mengumpulkan sumber-sumber informasi yang telah diterbitkan maupun yang belum disebarkan.
Ø Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengetahui data manakah yang telah ada sehingga tidak perlu lagi dikumpulkan
Ø Contoh wawancara semi-terstruktur dan terstruktur, fokus kelompok transkrip, catatan lapangan, catatan observasi dan pribadi lainnya, penelitian-dokumen terkait.
Ø Aplikasi Sensus, perumahan keamanan, sosial serta statistik pemilu dan database terkait lainnya.
3.        Direet Observation
Observasi langsung adalah kegiatan observasi langsung pada obyek-obyek tertentu, kejadian, proses, hubungan-hubungan masyarakat dan mencatatnya. Penilaian ini melibatkan orang tua, guru, pengasuh atau anggota keluarga lainnya untuk mengamati situasi permainan yang dapat memberikan informasi hubungan sosial, eomosional, kognitif dan perkembangan komunikasi.
Ø Tujuan dari teknik ini adalah untuk melakukan cross-chek terhadap jawaban-jawaban masyarakat penilaian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa terjadi perubahan perilaku seperti perilaku gerakan yang aneh, perilaku bicara yang khas dan sebagainya
Ø Contoh melakukan interaksi langsung dengan anak dan diikuti dengan wawancara terhadap orangtua dan keluarga. Informasi tentang emosi anak, sosial, komunikasi, kemampuan kognitif dapat dilakukan secara bersamaan melalui interaksi langsung.
Ø Aplikasi observasi dalam berbagai situasi, dan wawancara atau anamnesa dengan orangtua dan pengasuhnya. Orang tua dan anggota lainnya harus ikut aktif dalam penilaian tersebut apakah anak menderita autism atau dikaitkan ketidakmampuan dalam komunikasi melalui perilaku anak.Penilaian secara fungsional ini akan membantu dalam perencanaan intervensi atau terapi okupasi yang harus diberikan.
4.        Semi-Structured Interviwing ( SSI ) – Wawancara Semi Terstruktur
Teknik ini adalah wawancara  yang mempergunakan panduan pertanyaan sistematis yang hanya merupakan panduan terbuka dan masih mungkin untuk berkembang selama interviw dilaksanakan. SSI dapat dilakukan bersama individu yang dianggap mewakili informasi, misalnya wanita, pria, anak-anak, pemuda, petani, pejabat lokal.
Ø Tujuan Mendapatkan informasi kuantitatif dan kualitatif spesifik dari sampel dari populasi dan Memperoleh informasi umum yang relevan dengan isu-isu spesifik, (yaitu: untuk menyelidiki apa yang tidak diketahui).
Ø Contoh mengapa staf kehutanan memutuskan untuk mempromosikan suatu spesies tertentu dalam preferensi orang lain
Ø Aplikasi yaitu pada penerimaan pegawai disebuah perusahaan swasta setiap pelamar akan menghadapi tes wawancara
5.         Fokus Group Discusion – Diskusi Kelompok Terfokus
Teknik ini adalah berupa diskusi antara beberapa orang untuk membicarakan hal-hal bersifat khusus secara mendalam. Tujuannya untuk memperoleh gambaran terhadap suatu masalah dengan lebih rinci
Ø Tujuan untuk memberikan peneliti pemasaran yang lebih baik
dan menyediakan cara cepat untuk belajar dari target audiens
Ø Contoh sebuah kelompok fokus pada topik bagaimana kaum muda mendiskusikan kondom dengan pasangan mereka mungkin terdiri dari wanita usia 15-19 tahun, sementara kelompok yang terpisah mungkin terdiri dari pria berusia 15-19
Ø Aplikasi Dalam dunia pemasaran , kelompok fokus dilihat sebagai alat penting untuk memperoleh umpan balik mengenai produk baru, serta berbagai topik. Secara khusus, kelompok fokus memungkinkan perusahaan ingin mengembangkan, paket, nama, atau pasar menguji produk baru, untuk membahas, melihat, dan / atau menguji produk baru sebelum dibuat tersedia untuk umum.
6.        Preference Rangking and Scoring
Teknik ini adalah teknik untuk menentukan secara tepat problem-problem utama dan pilihan-pilihan masyarakat.
Ø Tujuannya adalah untuk memahami prioritas-prioritas kehidupan masyarakat sehingga mudah untuk diperbandingkan
Ø Contoh misalnya, mesin pencari internet dapat peringkat halaman yang menemukan menurut perkiraan mereka relevansi , sehingga memungkinkan bagi pengguna dengan cepat untuk memilih halaman yang mereka cenderung ingin melihat.
Ø Aplikasi pada masyarakat umum
7.        Direct Matrix Rangking
Teknik ini adalah sebuah bentuk rangking yang mengidentifikasi daftar kriteria obyek tertentu.
Ø Tujuannya untuk memahami alasan terhadap pilihan-pilihan masyarakat. Kriteria ini mungkin berbeda dari satu orang dengan orang lain.
Ø Contoh Mengapa mereka lebih suka menanam pohon rambutan dinbanding durian
Ø Aplikasi  pada pemberian nilai terhadap mutu suatu barang
8.        Peringkat Kesejahteraan
Adalah teknik untuk merangking kesejahteraan masyarakat disuatu tempat tertentu.
Ø Tujuannya untuk memperoleh gambaran profil kondisi sosio-ekonomis dengan cara menggali persepsi perbedaan-perbedaan kesejahteraan antara satu keluarga dan keluarga yang lainnya dan ketidak seimbangan di masyarakat, menemukan indikator-indikator lokal mengenai kesejahteraan
Ø Contoh perbedaan masyarakat tingkat ekonomi lemah dan yang tingkat ekonominya tinggi
Ø Aplikasi pada masyarakat tingkat perktaan
9.        Pemetaan Sosial
Teknik ini adalah suatu cara untuk membuat gambaran kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Tujuan teknik ini yaitu mendapatkan sebuah gambaran atau peta umum sebuah lokasi yang menggambarkan keadaan masyarakat maupun lingkungan fisik
Ø Tujuan  untuk menghasilkan suatu peta wilayah yang sudah diformat sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu image mengenai pemusatan karakteristik masyarakat atau masalah sosia
Ø Contoh peta jumlah orang miskin, rumah kumuh, anak terlantar, yang ditandai dengan warna tertentu sesuai dengan tingkatan pemusatannya. 
Ø Aplikasi para praktisi pekerjaan sosial
10.    Transek ( penelusuran )
Transek merupakan teknik penggalian informasi dan media pemahaman daerah melalui penelusuran dengan berjalan mengikuti garis yang membujur dari suatu sudut ke sudut lain di wilayah tertentu.
Ø Tujuan agar dapat memperoleh data yang paten atau akurat dan ilmiah tentang apa yang sedang dikaji
Ø Contoh dalam menetukan batas wilayah daerah
Ø Aplikasi pemerintah dan masyarakat
11.    Kalender Musim
Adalah penelusuran kegiatan musiman tentang keadaan-keadaan dan permasalahan yang berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu ( musiman ) di masyarakat.
Ø Tujuan teknik ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan penggalian informasi dalam memahami pola kehidupan masyarakat, kegiatan, masalah-masalah, fokus masyarakat terhadap suatu tema tertentu..
Ø Contoh pada masyarakat petani padi
Ø Aplikasi mengkaji pola pemanfaatan waktu sehingga diketahui kapan saat-saat sibuk dan saat waktu luang
12.    Alur Sejarah
Adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui kejadian-kejadian dari suatu waktu sampai keadaan sekarang dengan persepsi orang setempat.
Ø Tujuan dari teknik ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai topik-topik penting di masyarakat
Ø Contoh sejarah terbentuknya pemukiman, asal-usul perintis pemukiman
Ø Aplikasi masyarakat umum dan tokoh adat
13.    Analisa Mata Pencaharian
Teknik ini adalah masyarakat akan terpandu untuk mendiskusikan kehidupan mereka dari aspek mata pencaharian.
Ø Tujuan dari teknik ini yaitu memfasilitasi pengenalan dan analisa terhadap jenis pekerjaan, pembagian kerja pria dan wanita, potensi dan kesempatan, hambatan.
Ø Contoh pembagian kerja pada perusahaan antara wanita dan pria akan mendapatkan pekerjaan yang berbeda
Ø Aplikasi pemerintah dan perangkatnya
14.    Diagram Venn
Teknik ini adalah untuk mengetahui hubungan intituisional dengan masyarakat.
Ø Tujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing institusi dalam kehidupan masyarakat serta untuk mengetahui harapan-harapan apa dari masyarakat terhadap institusi-institusi tersebut
Ø Contoh pada koperasi desa
Ø Aplikasi pada anggota koperasi yang mengalami perubahan pada setiap waktu
15.    Kecenderungan dan Perubahan
Adalah teknik untuk mengungkapkan kecenderungan dan perubahan yang terjadi di masyarakat dan daerahnya dalam jangka waktu tertentu.
Ø Tujuannya untuk memahami perkembangan bidang-bidang tertentu dan perubahan-perubahan apa yang terjadi di masyarakat dan daerahnya
Ø Contoh kecenderungan global, kecenderungan dalam periodisitas dalam golongan, perubahan kebutuhan konsumen
Ø Aplikasi suatu organisme, transportasi,

BAB III
KESIMPULAN SARAN
III.1 KESIMPULAN
Dari beberapa Teknik-Teknik di atas dapat disimpulkan bahwa kesemua teknik tersebut bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat agar dapat berupaya dalam pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tidak beruntung atau tertindas, baik yang disebabkan oleh kemiskinan maupun oleh diskriminasi berdasarkan kelas sosial, suku, jender, jenis kelamin, usia, dan kecacatan.
Dengan demikian PM merupakan metode yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupan.
III.2 SARAN
Saya berharap  Mata Kuliah ini tetap akan di ajarkan pada mahasiswa karena Mata Kuliah ini memberikan kita pengetahuan  tentang, apa itu pengembangan masyarakat serta apa fungsinya untuk kehidupan masyarakat

BAB IV
PENUTUP
Bahwa dengan berakhirnya makalah ini selesai pula tugas yang diberikan, dan saya mengucapkan Terima kasih saya sampaikan kepada rektor dr.Suaedi S.pd M.si , dekan Sukimin S.P, wakil dekan Saliman S.P, prodi Baso Amir S.P, yang telah ikut adil berperan dalam membantu membuat makalah ini.
Sekian dan terima kasih mudah-mudahan makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk semua yang membacanya, amin. Kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Tidak tersedianya alat (computer dan Print) untuk membuat tugas ini menyebabkan kendala utama terselesaikan makalah ini disamping itu pula waktu yang minim tetapi alhamdulillah makalah ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang diberikan, hal ini karena usaha penulis dan bantuan dari pihak baik keluarga mapun teman.
Assalamu Alaikum Wr.Wb.

DAFTAR PUSTAKA
Dominelli. L. ( 1990 ) Women and Comunity Action, Birmingham, Venture Press
readmore »»