Friday, March 16, 2012

Varietas Tanaman Jagung

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia, serta menjadi salah satu tanaman pangan dunia yang penting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai sumber makanan pokok.

 
Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80 - 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun tinggi serta relatif mudah perawatannya.

Peluang untuk mengembangkan tanaman ini dalam skala bisnis masih terbuka luas, karena permintaan pasar baik dari dalam maupun luar negeri sangat tinggi.
readmore »»  

Thursday, March 15, 2012

Makalah Bahasa Indonesia

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraph dengan baik dan benar sesuai dengan kaedakaedahnya.
2. Batasan Masalah
1. mengetahui pengertian paragraph
2. Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraph
3.pembagian paragraph menurut jenisnya
4. mengembangkan suatu paragraph
3. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat suatu paragraph. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapat mengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat melatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraph.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pendahuluan
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat.
Contoh sebuah paragraf :
Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.
Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

 Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraf, seperti:
a. peranan bahasa dalam kehidupan;
b. penyebab kebakaran hutan:
c. manfaat koperasi;
d. Tragedi Semanggi;
e. kehidupan di ruang angkasa;
f. Trisakti sebagai karnpus reformasi.
Topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagasan pokok di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf.
 
2. Syarat-Syarat Paragraf
Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.
 
a) Kesatuan Paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.
Jateng sukses, Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas TinjuAmatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Propinsi Jateng. Pernyataan itu dianggap wajar karena yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pemah diraih oleh Jateng dalam arena seperti itu.

Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf. Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.
 
b) Kepaduan Paragraf
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan
readmore »»  

Thursday, March 8, 2012

Makalah Pengembangan Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Pengembangan Masyarakat memiliki sejarah panjang dalam praktek pekerjaan sosial. Sebagai sebuah metode pekerjaan sosial, PM memungkinkan pemberi dan penerima pelayanan terlibat dalam proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Meskipun PM memiliki peran penting dalam pekerjaan sosial, PM belum sepenuhnya menjadi ciri khas praktek pekerjaan sosial. PM masih menjadi bagian dari kegiatan profesi lain, seperti perencanaan kota dan pengembang perumahan.
PM memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan demikian, PM dapat didefenisikan sebagai metoda yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya.
I.2 PERUMUSAN MASALAH
1.      Untuk mengetahui bagaimana cara penerapan metode yang digunakan dalam proses PM ?
2.      Seberapa besar pengaruh metode PM  untuk masyarakat ?
3.      Apa tujuan dari metode PM ?
I.3 PENYELESAIAN MASALAH
1.      Penerapan metode PM langsung pada sasaran atau masyarakat yang secara khusus untuk upaya pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tidak beruntung
2.      Pengaruh metode PM yaitu dapat meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat
3.      Tujuan dari metode PM yaitu bagaimana masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya sehingga mereka mampu bersaing dengan masyarakat lain.
I.4 TUJUAN
Keguanaan makala ini tak lain yaitu memberikan kita pengetahuan tentang Pengembangan Masyarakat yang terjadi selain itu kita juga dapat melihat bagaimana dan seperti apa metode yang digunakan dalam proses perencanaan partisipasi Pembangunan Masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 PENGERTIAN DAN TUJUAN METODE  PM
Metode yang digunakan dalam proses perencanaan partisipasi pembangunan masyarakat adalah sebagai berikut :
1.        Participatory Rural Appraisal ( PRA )
PRA adalah sebuah metode pemahaman lokasi dengan cara belajar dari, untuk dan bersama dengan masyarakat untuk mengetahui, menganalisa dan mengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlian untuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan.
Ø Tujuan teknik ini untuk menggabungkan pengetahuan dan pendapat masyarakat pedesaan dalam perencanaan dan pengelolaan proyek-proyek pembangunan dan program.
Ø Contoh Upaya yang dilakukan dalam banyak proyek, namun, untuk membangun jembatan menuju keaksaraan formal; misalnya dengan mengajar orang bagaimana untuk menandatangani nama mereka atau mengenali tanda tangan mereka.
Ø Aplikasi
2.        Secondary Data Reviw ( SDR ) – Review Data Sekunder
SDR merupakan cara mengumpulkan sumber-sumber informasi yang telah diterbitkan maupun yang belum disebarkan.
Ø Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengetahui data manakah yang telah ada sehingga tidak perlu lagi dikumpulkan
Ø Contoh wawancara semi-terstruktur dan terstruktur, fokus kelompok transkrip, catatan lapangan, catatan observasi dan pribadi lainnya, penelitian-dokumen terkait.
Ø Aplikasi Sensus, perumahan keamanan, sosial serta statistik pemilu dan database terkait lainnya.
3.        Direet Observation
Observasi langsung adalah kegiatan observasi langsung pada obyek-obyek tertentu, kejadian, proses, hubungan-hubungan masyarakat dan mencatatnya. Penilaian ini melibatkan orang tua, guru, pengasuh atau anggota keluarga lainnya untuk mengamati situasi permainan yang dapat memberikan informasi hubungan sosial, eomosional, kognitif dan perkembangan komunikasi.
Ø Tujuan dari teknik ini adalah untuk melakukan cross-chek terhadap jawaban-jawaban masyarakat penilaian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa terjadi perubahan perilaku seperti perilaku gerakan yang aneh, perilaku bicara yang khas dan sebagainya
Ø Contoh melakukan interaksi langsung dengan anak dan diikuti dengan wawancara terhadap orangtua dan keluarga. Informasi tentang emosi anak, sosial, komunikasi, kemampuan kognitif dapat dilakukan secara bersamaan melalui interaksi langsung.
Ø Aplikasi observasi dalam berbagai situasi, dan wawancara atau anamnesa dengan orangtua dan pengasuhnya. Orang tua dan anggota lainnya harus ikut aktif dalam penilaian tersebut apakah anak menderita autism atau dikaitkan ketidakmampuan dalam komunikasi melalui perilaku anak.Penilaian secara fungsional ini akan membantu dalam perencanaan intervensi atau terapi okupasi yang harus diberikan.
4.        Semi-Structured Interviwing ( SSI ) – Wawancara Semi Terstruktur
Teknik ini adalah wawancara  yang mempergunakan panduan pertanyaan sistematis yang hanya merupakan panduan terbuka dan masih mungkin untuk berkembang selama interviw dilaksanakan. SSI dapat dilakukan bersama individu yang dianggap mewakili informasi, misalnya wanita, pria, anak-anak, pemuda, petani, pejabat lokal.
Ø Tujuan Mendapatkan informasi kuantitatif dan kualitatif spesifik dari sampel dari populasi dan Memperoleh informasi umum yang relevan dengan isu-isu spesifik, (yaitu: untuk menyelidiki apa yang tidak diketahui).
Ø Contoh mengapa staf kehutanan memutuskan untuk mempromosikan suatu spesies tertentu dalam preferensi orang lain
Ø Aplikasi yaitu pada penerimaan pegawai disebuah perusahaan swasta setiap pelamar akan menghadapi tes wawancara
5.         Fokus Group Discusion – Diskusi Kelompok Terfokus
Teknik ini adalah berupa diskusi antara beberapa orang untuk membicarakan hal-hal bersifat khusus secara mendalam. Tujuannya untuk memperoleh gambaran terhadap suatu masalah dengan lebih rinci
Ø Tujuan untuk memberikan peneliti pemasaran yang lebih baik
dan menyediakan cara cepat untuk belajar dari target audiens
Ø Contoh sebuah kelompok fokus pada topik bagaimana kaum muda mendiskusikan kondom dengan pasangan mereka mungkin terdiri dari wanita usia 15-19 tahun, sementara kelompok yang terpisah mungkin terdiri dari pria berusia 15-19
Ø Aplikasi Dalam dunia pemasaran , kelompok fokus dilihat sebagai alat penting untuk memperoleh umpan balik mengenai produk baru, serta berbagai topik. Secara khusus, kelompok fokus memungkinkan perusahaan ingin mengembangkan, paket, nama, atau pasar menguji produk baru, untuk membahas, melihat, dan / atau menguji produk baru sebelum dibuat tersedia untuk umum.
6.        Preference Rangking and Scoring
Teknik ini adalah teknik untuk menentukan secara tepat problem-problem utama dan pilihan-pilihan masyarakat.
Ø Tujuannya adalah untuk memahami prioritas-prioritas kehidupan masyarakat sehingga mudah untuk diperbandingkan
Ø Contoh misalnya, mesin pencari internet dapat peringkat halaman yang menemukan menurut perkiraan mereka relevansi , sehingga memungkinkan bagi pengguna dengan cepat untuk memilih halaman yang mereka cenderung ingin melihat.
Ø Aplikasi pada masyarakat umum
7.        Direct Matrix Rangking
Teknik ini adalah sebuah bentuk rangking yang mengidentifikasi daftar kriteria obyek tertentu.
Ø Tujuannya untuk memahami alasan terhadap pilihan-pilihan masyarakat. Kriteria ini mungkin berbeda dari satu orang dengan orang lain.
Ø Contoh Mengapa mereka lebih suka menanam pohon rambutan dinbanding durian
Ø Aplikasi  pada pemberian nilai terhadap mutu suatu barang
8.        Peringkat Kesejahteraan
Adalah teknik untuk merangking kesejahteraan masyarakat disuatu tempat tertentu.
Ø Tujuannya untuk memperoleh gambaran profil kondisi sosio-ekonomis dengan cara menggali persepsi perbedaan-perbedaan kesejahteraan antara satu keluarga dan keluarga yang lainnya dan ketidak seimbangan di masyarakat, menemukan indikator-indikator lokal mengenai kesejahteraan
Ø Contoh perbedaan masyarakat tingkat ekonomi lemah dan yang tingkat ekonominya tinggi
Ø Aplikasi pada masyarakat tingkat perktaan
9.        Pemetaan Sosial
Teknik ini adalah suatu cara untuk membuat gambaran kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Tujuan teknik ini yaitu mendapatkan sebuah gambaran atau peta umum sebuah lokasi yang menggambarkan keadaan masyarakat maupun lingkungan fisik
Ø Tujuan  untuk menghasilkan suatu peta wilayah yang sudah diformat sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu image mengenai pemusatan karakteristik masyarakat atau masalah sosia
Ø Contoh peta jumlah orang miskin, rumah kumuh, anak terlantar, yang ditandai dengan warna tertentu sesuai dengan tingkatan pemusatannya. 
Ø Aplikasi para praktisi pekerjaan sosial
10.    Transek ( penelusuran )
Transek merupakan teknik penggalian informasi dan media pemahaman daerah melalui penelusuran dengan berjalan mengikuti garis yang membujur dari suatu sudut ke sudut lain di wilayah tertentu.
Ø Tujuan agar dapat memperoleh data yang paten atau akurat dan ilmiah tentang apa yang sedang dikaji
Ø Contoh dalam menetukan batas wilayah daerah
Ø Aplikasi pemerintah dan masyarakat
11.    Kalender Musim
Adalah penelusuran kegiatan musiman tentang keadaan-keadaan dan permasalahan yang berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu ( musiman ) di masyarakat.
Ø Tujuan teknik ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan penggalian informasi dalam memahami pola kehidupan masyarakat, kegiatan, masalah-masalah, fokus masyarakat terhadap suatu tema tertentu..
Ø Contoh pada masyarakat petani padi
Ø Aplikasi mengkaji pola pemanfaatan waktu sehingga diketahui kapan saat-saat sibuk dan saat waktu luang
12.    Alur Sejarah
Adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui kejadian-kejadian dari suatu waktu sampai keadaan sekarang dengan persepsi orang setempat.
Ø Tujuan dari teknik ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai topik-topik penting di masyarakat
Ø Contoh sejarah terbentuknya pemukiman, asal-usul perintis pemukiman
Ø Aplikasi masyarakat umum dan tokoh adat
13.    Analisa Mata Pencaharian
Teknik ini adalah masyarakat akan terpandu untuk mendiskusikan kehidupan mereka dari aspek mata pencaharian.
Ø Tujuan dari teknik ini yaitu memfasilitasi pengenalan dan analisa terhadap jenis pekerjaan, pembagian kerja pria dan wanita, potensi dan kesempatan, hambatan.
Ø Contoh pembagian kerja pada perusahaan antara wanita dan pria akan mendapatkan pekerjaan yang berbeda
Ø Aplikasi pemerintah dan perangkatnya
14.    Diagram Venn
Teknik ini adalah untuk mengetahui hubungan intituisional dengan masyarakat.
Ø Tujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing institusi dalam kehidupan masyarakat serta untuk mengetahui harapan-harapan apa dari masyarakat terhadap institusi-institusi tersebut
Ø Contoh pada koperasi desa
Ø Aplikasi pada anggota koperasi yang mengalami perubahan pada setiap waktu
15.    Kecenderungan dan Perubahan
Adalah teknik untuk mengungkapkan kecenderungan dan perubahan yang terjadi di masyarakat dan daerahnya dalam jangka waktu tertentu.
Ø Tujuannya untuk memahami perkembangan bidang-bidang tertentu dan perubahan-perubahan apa yang terjadi di masyarakat dan daerahnya
Ø Contoh kecenderungan global, kecenderungan dalam periodisitas dalam golongan, perubahan kebutuhan konsumen
Ø Aplikasi suatu organisme, transportasi,

BAB III
KESIMPULAN SARAN
III.1 KESIMPULAN
Dari beberapa Teknik-Teknik di atas dapat disimpulkan bahwa kesemua teknik tersebut bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat agar dapat berupaya dalam pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tidak beruntung atau tertindas, baik yang disebabkan oleh kemiskinan maupun oleh diskriminasi berdasarkan kelas sosial, suku, jender, jenis kelamin, usia, dan kecacatan.
Dengan demikian PM merupakan metode yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupan.
III.2 SARAN
Saya berharap  Mata Kuliah ini tetap akan di ajarkan pada mahasiswa karena Mata Kuliah ini memberikan kita pengetahuan  tentang, apa itu pengembangan masyarakat serta apa fungsinya untuk kehidupan masyarakat

BAB IV
PENUTUP
Bahwa dengan berakhirnya makalah ini selesai pula tugas yang diberikan, dan saya mengucapkan Terima kasih saya sampaikan kepada rektor dr.Suaedi S.pd M.si , dekan Sukimin S.P, wakil dekan Saliman S.P, prodi Baso Amir S.P, yang telah ikut adil berperan dalam membantu membuat makalah ini.
Sekian dan terima kasih mudah-mudahan makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk semua yang membacanya, amin. Kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Tidak tersedianya alat (computer dan Print) untuk membuat tugas ini menyebabkan kendala utama terselesaikan makalah ini disamping itu pula waktu yang minim tetapi alhamdulillah makalah ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang diberikan, hal ini karena usaha penulis dan bantuan dari pihak baik keluarga mapun teman.
Assalamu Alaikum Wr.Wb.

DAFTAR PUSTAKA
Dominelli. L. ( 1990 ) Women and Comunity Action, Birmingham, Venture Press
readmore »»  

Wednesday, February 22, 2012

Cara Budidaya Kentang

PENDAHULUAN
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2.2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
- Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
- Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

3.2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.
Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pemupukan Dasar
a. Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
b. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara :
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
c. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

3.4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

3.4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 - 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama

Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR.

3.5.2. Penyakit
Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam

Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.
readmore »»